flex sensor adalah komponen kecil yang menarik yang dapat mengetahui kapan sesuatu membengkok," tulisnya. Flex sensor 2.2 adalah jenis flex sensor yang akan kita kenalkan, yaitu kegunaan dari flex sensor dan untuk apa ia digunakan.
Flex sensor 2.2 adalah resistor dalam kemasan kecil yang dapat mengetahui seberapa besar ia dibengkokkan. Hal ini memungkinkannya untuk mengukur seberapa besar pembengkokan yang terjadi. Sensor-sensor ini digunakan dalam robot, prostetik, dan teknologi wearable lainnya.
Untungnya, Anda dapat mengkalibrasi unit tersebut pada sensor fleks 2.2. Untuk mengkalibrasinya, pertama: pastikan dalam keadaan lurus dan ambil pembacaan. Lalu tekuk sejauh mungkin dan ambil pembacaan lainnya. Anda kemudian dapat menyesuaikan sensor agar mengukur tekukan dengan benar dengan mencatat perbedaan antara dua pembacaan tersebut.
Nilai resistansi berkisar dari 10K hingga sekitar 80K ohm. Sensor ini mampu dibengkokkan lebih dari 1 juta kali dalam satu lingkaran, dan sekitar lingkaran berdiameter 40mm. Spesifikasi ini memberikan sensor flex 2.2 daya tahan dan keandalan yang luar biasa untuk berbagai aplikasi.
Salah satu aplikasi menarik untuk sensor flex 2.2 adalah dalam perangkat wearable. Pasangkan sensor ini pada sarung tangan atau lengan baju, dan sensor ini dapat mengukur bagaimana tangan atau lengan Anda bergerak. Informasi ini dapat digunakan untuk mengendalikan perangkat, sehingga membuat perangkat wearable lebih menyenangkan dan lebih mudah digunakan.
Sensor flex 2.2 juga tidak terkecuali; dalam beberapa kasus, sensor ini bisa menimbulkan masalah. Gangguan sinyal adalah masalah lain yang muncul ketika ada interferensi. Untuk mengatasinya, letakkan material konduktif di depan sensor. Masalah umum lainnya adalah drift sensor, di mana pembacaan secara perlahan berfluktuasi dalam jangka waktu tertentu. Untuk memperbaiki drift sensor, Anda harus menjaga akurasi sensor dengan melakukan kalibrasi ulang secara berkala.
Hak Cipta © Dongguan Soushine Industry Co., Ltd. Seluruh Hak Dilindungi - Kebijakan Privasi